Jakarta, Kominfo Newsroom -� Departemen Perindustrian memperkirakan penjualan produk otomotif di Indonesia akan meningkat pada pertengahan tahun 2009, setelah sempat melambat dalam dua bulan pertama di awal tahun.
Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Departemen Perindustrian, Budi Darmadi mengatakan, penjualan produk otomotif sempat anjlok pada kurun Januari-Februari 2009 akibat tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
”Penjualan otomotif kami perkirakan akan meningkat pada pertengahan tahun ini,” kata Budi di Jakarta, Selasa (10/3).
Budi mengharapkan imbas krisis finansial global tidak akan memperparah pertumbuhan pasar otomotif sepanjang 2009.
”Imbas krisis di Indonesia tidak sebesar di negara-negara Barat, karena daya beli masyarakat kita masih ada dan bunga perbankan sudah turun,” ungkap Budi.
Menurut dia, factor-faktor yang dapat mengembalikan peningkatan penjualan otomotif di antaranya suku bunga perbankan di sektor otomotif yang berangsur turun pasca penurunan BI rate.
Pada 4 Maret 2009 terjadi penurunan BI rate sebesar 50 basis poin, dari 8,25 persen menjadi 7,75 persen.
Selain itu, tambah Budi, banyaknya proyek-proyek baru swasta yang akan dilaksanakan beberapa waktu mendatang diharapkan dapat memberi kucuran banyak dana ke masyarakat. ”Ketika berbagai macam proyek baru di sektor swasta terealisasi, sehingga akan banyak dana segar mengalir kepada masyarakat.”
N amun, Budi mengakui bahwa tidak menutup kemungkinan jika krisis akan mengimbas pasar otomotif, setidaknya hingga dua bulan ke depan. (T.Dw/ysoel)
Sumber : Endonesia.com